Dekapkan pada hati, rumput-rumputmu, gunung-gunung mu
Tuang dan basuh muka dengan linang embunmu
Nyaman air, tercuci kaki berderai kerikil kali
Lebih indah dari impian, kenyataan diluar impian
Musik-musik abadi terekam pada pohonan, burung-burung dan gerciknya air
Cat-cat tak pernah dusta tersapu tangan–tangan mulia
Tangan yang lunak dan lembut penuh sayang dan cinta
Tangan-tangan alam raya, teduh dan nikmat
Tangan-tangan alam semesta, alam tempat kita berlindung
Tempat kita bertumpu
Tempat kita berumah
Memadu cinta
Alam tempat Kasih yang menuang teh buat sang Bintang
Alam tempat bermai-main, berlari dan berguling
alam tempat melindungi hak, kolam yang adil, tempat ikan berenang
Alam tempat tamasya dan bergembira
Alam tempat bekerja, Alam tempat berjuang
Alam tempat segala-galanya
Dan tempat untuk pertama kalinya membilang: Aku cinta !
Berilah mesin pada alam, berilah otak pada alam
Berilah hati pada alam, hati yang bening dan lembut
Berilah segalanya, daya upaya manusia, daya mullia dan bijaksana
Demi alam, alam yang murni
Berbondong- bondongah dari Timur, dari Barat
Utara dan Selatan
Tangan- tangan yang mengepal tinju terjulur ke Utara
Bagai bunga- bunga kuncup, meledak oleh sinar- sinar matahari pagi
Sinar terang dan nyaman, sinar yang tak pernah dusta
Sinar yang mengandung muatan, sinar yang membangkit kerja
Sinar segar dan sehat, sinar yang sepi penyakit
Sinar yang memberi semangat, sinar otot- otot kuat
Sinar gemuk dan makmur, sinar yang memberi santapan pada perut lapar
Sinar- sinar keluarga, sinar Kasih pada Bintang, sinar yang memberi
Terang pada purnama
Dekapkan…
dekapkan pada hati
Rumput hijaumu
Gunung birumu
Dan langitmu untuk surga