
Senin malam, kemarin…
Langit menjatuhkan sepi pada tidurku yang nisbi
Tragedi selaksa nyata menghancurkan mimpi
Seketika terfana,
Melihat nyata dan aku merasa, gamang sgalaku..!!!
Tersentak diri lemahlah aku...
Masih ku merasa,di sekian detik lalu...
Angin menyulam damai dawai asmara,
Bersenandung lagu syahdu cinta dan rindu
Aku bingung, meraba hasrat...
“Senang atau sakitkah Aku..?!”
Dan aku masih saja bingung…
“Tertawa atau menangiskah aku, haruskah..?!”
Entah, yang ku rasa hanyalah…
Separuh nafasku hilang, sayapku terbang...
Ku tak inginkan lagi,
Semampu aku coba tuk menghapus semua mimpi.
Tapi…
Tiada terperi aku disini...
Di tengah gelap malam yang sepi...
Sendiri, Duduk terdiam pucat pasi
Melintaslah sudah malam yang sara tanpa sebuah jawab pasti.
Malam tersenyum dan entah untuk siapa, aku semakin sunyi…
Sayang...
Ternyata masih dirimu yang aku simpan,
Lepaslah sudah ku termenung menyesapi.
Hingga…
Separuh nafas, seketika hadir kembali...............
Kau pertanyakan rasa itu
Seperti turun dari langit,
Kau melayang menembus awan...
Menyesak coba meraihku,
Diantaraku kau tumpahkan perasaan penuh cinta,
Panas bergelora...
Mengapa sembunyi…
Mengapa ingkari…
Betapa tlah kau pahat malam dengan angan-angan
Kau ukir gelap dengan bayang-bayang
Kau yakinkan aku...
Nun jauh hasrat meluluhkan, melambungkan jiwaku,
Kau rangkai mimpi dengan segala keindahan yang tersaji...
Mata menatap tajam, menyelami sgala ruang hati,
Tatapmu tatapku, berkaca membaca coba meyakini...
Ya........
Luluh lantak sudah tebing itu hancur,
Selaksa rantai putus jatuh berurai...
Kau runtuhkan dinding keangkuhanku,
Gentar segalaku mendengar bisik suaramu,
Berjuta warna kau alirkan dalam sungai cintaku...
Engkau...
Percikkan rasa selaksa indahnya surga dan langit biru
Kau, Aku, adalah satu...
Bersama mengecap anggur berbunga rasa haru...
Ah........................
Gelap menghilang, malam pun berlalu
Gelap meregang, disini kita kembali dan tetap bersatu
Bahagia berdiri dalam pengabadian yang rela
Kau dan aku...
Kau dan aku...
Dan hanya engkau dan aku......
Dalam kesetiaan yang nyata, untuk sebuah cinta ....................................................
Elang Luka Parahzia - Isma Dielsa


Tidak ada komentar:
Posting Komentar