Kamis, 27 November 2008

Ketika Cinta Bertasbih


Di matanya, Alexandria sore ini tampak begitu
indah. Ia memandang ke arah pantai. Ombaknya berbuih
putih. Bergelombang naik turun. Berkejar kejaran
menampakkan keriangan yang sangat menawan. Sernilir
angin mengalirkan kesejukan. Suara desaunya benar benar
terasa seumpama desau suara zikir alam yang
menciptakan suasana tenteram.
Sesungguhnya bukan semata-mata cuaca dan suasana
menjelang musim semi yang membuat Alexandria senja
itu begitu memesona. Bukan semata-mata sihir matahari
senja yang membuat Alexandria begitu menakjubkan.
Bukan semata-mata pasir putihnya yang bersih yang
Membuat Alexandria begitu menawan. Akan tetapi, lebih
dari itu, yang membuat segala yang dipandangnya
tampak menakjubkan adalah karena musim semi sedang
bertandang di hatinya. Matahari kebahagiaan sedang
bersinar terang di sana. Bungabunga kesturi sedang
menebar wanginya. Tembangtembang cinta mengalun di
dalam hatinya, memperdengarkan irama terindahnya.

1 komentar:

Abu Hasna mengatakan...

eh, sungguh saya minta maaf bila ternyata apa yg saya lakukan membuat seseorang yg spesial buat kamu jadi marah. Sungguh, saya tidak ada memiliki maksud seperti apa yg barangkali dipikirkan oleh orang tersebut.

Untuk lebih jelasnya,barangkali kamu bisa lihat di chatboxnya dia atau juga di chatboxku.

Sekali saya minta maaf. Terima kasih