
Dihari panas ini aku adalah pipit kecil yang mencoba mengepakkan sayapnya sendirian, jauh dari sarangnya yang hangat dari pelukan induknya yang menyenangkan. Mencoba mencari hakikat kehidupan dengan berjuta penasaran bersarang diatas kepala.
Pagi menyeret malam, pergi dari singgasana. Sinar matahari menyelusup ke dalam kamarku dari genting kaca, diantara cahaya ada butiran-butiran debu yang bagikuseakan-akan lengkungan bianglala berwarna-warni. Waktu kecil dulu akuselalu bermimpi aka nada seseorang yang sangat baik meluncur dari bianglala itu lalu membawaku pergi ke negeri impian, tempat dimana tidak ada kesusahan.
Pagi masih mengembun, malam masih enggan meninggalkan singgasananya, kuamati titik-titik embun dipermukaan daun-daun melati dibawah jendela kamarku, bening seperti kristal. Jika ada surya kanta pasti wajahku dengan mata masih menyipit karena mengantuk, terpampang disitu.
Kematian…
Datang diam…
Berbalut sunyi…
Sisakan kepedihan, bagi sebagian
Sisakan kelegaan bagi yang lain
Datang diam…
Berbalut sepi…
Dingin…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar