Jumat, 20 November 2009

Risalah Hati





Mungkin aku berencana pergi,
seperti nafas yang terlepas
tinggalkan dunia keindahan
kemanisan dalam pelangi

sesaat benar-benar harus pergi
Ingat kesetian
langit pada bintang

Mungkin aku tengah kalap dalam gelap
Tetapi ingat malam-malam
dalam kata kemesraan

Kerinduan...
Wajah yang melekat dalam dada

Aku melerai kehampaan
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini

Sang bintang penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham
Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan

1 komentar:

Anonim mengatakan...

di kepala mereka menari
menutupi logika yang terhenti
sejenak...
hilang semua isi di kepala...
jantung ini berdegup tidak beraturan mengiringi tarian mereka
walaupun hanya sejenak aku menginginkan saat seperti ini
aku masih merindukan saat seperti ini...
dalam gelap dan terangnya dunia
aku selalu membawa isi kepala ini tanpa ada sejenak untuk menari bersama mereka...