...dan ketika lelah dan semangat patah,
aku terhenti oleh kerikil – kerikil terlampau tajam
hingga akhir aku memilih jeda!!!
kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Mencoba membasuh kesedihan, kehampaan dan ketidakberdayaan
kelembutan menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan
Meluluhkan semua kelelahan dan beban
Menjadi penyangga kerapuhanku
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hati
Jumat, 20 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
like this poem
Posting Komentar