Selasa, 30 Desember 2008

Ketika Senja di Pulau Seribu


Rintik sayup dataran senja

Dalam hatimu nyalang menggetar

Siraman kilatan bintang

Biduk berdendang

Melintas duka

Puja dunia,



Bagai kasihmu

Datang…

Merangkul daku

Rindu meredam risau

Senin, 29 Desember 2008

Senja di Pulau Dewata

Rintik sayup dataran senja

Dalam hatimu nyalang menggetar

Siraman kilatan bintang

Biduk berdendang

Melintas duka

Puja dunia,



Bagai kasihmu

Datang…

Merangkul daku

Rindu meredam risau

Raga...!!!


Ku tatap langit tiada bertepi
masih saja kelabu

Rindu adalah tidurku malam tadi
yang mengetuk pintu anganku
lewat ventilasi kamar
yang mengendap dilantai hatiku

Rindu adalah tidurku malam tadi
yang terbantai
diatas kasur menggelepar
tak terusik

...dan bila boleh bertanya,
siapakah yang harus ada disisiku?

Raga...!!!
...ya kaulah Raga

Bantu pertahankan jiwa
tuk hapus selaksa siksa
yang bersarang dikepala
tuk menepis masa kalut
yang dikeluhi luka

Kembalikan damai...!!!

Senja Pulau Seribu

Rintik sayup detaran senja

Dalam hatimu nyalang menggetar

Siraman kilatan bintang

Biduk berdendang


Melintas duka puja dunia

Bagai kasihmu,

Datang...

Merangkul daku

Rindu meredam risau

Tuk jiwa...

Demi Raga.

Sabtu, 27 Desember 2008

Untukmu Raga....!!!



Di antara bianglala yang menghiasi cakrawala senja

Kutatap siluet indah bernafaskan cinta

Kugapai gumpalan awan....

...dan kususun...

...hingga terukir indah bertuliskan namamu

Senin, 22 Desember 2008

losari...Desember 21th

Diatas pelabuhan...
Bulan seperempat menggantung,
dilangit cerah.

Kusaksikan...
Bintang-bintang mengalahkan kilauan lampu.

Kurasakan...
Perubahan meteorologis dlm tulang,
sebelum barometer bergerak turun.

Kucium badai...
Sebelum awan muncul.

Layar diterpa angin,
berembus...
Hujan pasti turun,
menyambut fajar.

Jumat, 19 Desember 2008

Sang Badai


Disini...

Kuawasi kilasan petir

yang menandai datangnya badai.


Badai...

Mengumpulkan kekuatan

Mengisap kelembapan

dari laut

...mengembalikan kebumi

dalam hujan angin.
Disini...
Kuawasi kilasan petir
yang menandai datangnya badai.

Badaimengembalikan

Jumat, 12 Desember 2008

Kembaliku...

Jiwa tenang sejukkan dunia
Membelai hari-hari dengan abadi
Merajut cakrawala cinta tanpa wujud
…aku berhasil walaw belum sepenuhnya
tapi selaksa siksa tlah pergi
Menjauh jiwa
Melepas raga
yakin...
Sebesar keyakinanku
Pasti...
semua telah tertulis sebelum kelahiranku

Minggu, 07 Desember 2008

Dunia dan Cinta


Masih hidupkah kita?
Ataukah teleh lenyap terkubur duka?
Atau telah hilang menjadi tulang sisa ratapan?
Ataukah mati terbunuh sepi?
Meski mendung pagi ini
Rasa takkan bisa membunuh kita begitu rupa
Rasa takkan mampu membutakan kita sampai begitu gila
Inilah cinta rata-rata
Inilah dunia rata-rata
Mentari memang tak secerah kemarin
Namun tak kita jadikan alasan utk tak berlari di tengah hujan
Iringan awan hitam tak biasa memang jelas terlihat
Tapi tak menjadi penjerat kaki tuk beraksi
Jauhkan murung dari jiwa seorang petarung
Berkabunglah jika kita diam dalam tempurung
Dunia dan kekecewaan adalah pasangan
Menyelaminya adalah penawar segala kemalangan
Masih bisakah kita melanjutkan kehidupan??????

Kamis, 04 Desember 2008

Untukmu Sang Jiwa

Tak ingin tinggalkan separuh nafas
Keindahanmu...
Sebersih pasir pantai memutih
Seindah dan secercah pohonnya

Hadirmu...
Bagai pesisir basah disimbah lautan
Kususuri lembaran sirahmu
Getir...
Kuatkah kaki melangkah disapu duri menanti...?
Akankah murka mata yg menatap pada debu parau kan hinggap...?

Kutulis diam...
Kusimpan dalam...
Cintaku padamu
Rindu tertahan
Kasih terucap
Tak sekali ku ingin mengenal cintamu.
Karena...bahagiaku dirimu.
Tak ingin pergi...

Lelaplah dalam desir mimpi…
Temui aku dalam hangatnya hari,
Pahami tempat berlabuh…!
Hadirkan bumi tersaji biru
Nanti kau tau hanya dirimu dalam cintaku

Jeritan Tanpa Suara Dari Sang Jiwa

...dan aku menitikan air mata..
Kesedihan mendalam merasuk perih di hati..
Tak ingin ku kehilangan, hidup brsama bayang-bayang..
Adinda..betapa takkan mampu ku hidup tanpa dirimu...
Jangan tinggalkan aku.. Jangan tinggalkan aku...
Hadirmu adlh kehidupanku..
Kepergianmu adlh Kematianku...
Betapa aku mencintaimu..

Tak mampu lagi ku menahan airmata......
Lepas sudah dan aku menangis sayang...
Benak ini memikirkan dirimu...
Spenuh hati aku menghayati dirimu...
Bawalah aku bersamamu...
Bawa aku..!!!

Aku takut sendiri sayang...
Aku takut..!
Bersamamu..
Denganmu..
Adalah satu yg ku mau di dalam hidupku...
Temanilah aku...
Jangan pernah pergi dariku...
Jangan..!
Engkaulah hidup dan matiku..
Engkaulah nafasku...

Rabu, 03 Desember 2008

BENCIKU SELAKSA SIKSA

Kucari secercah sinar dalam kekuatan berjuta warna. Sesaat malam resah mulai mengibarkan sayapnya ke penjuru bumi.
Kucoba temani dia…bayangan malam yang terluka, masih saja samar yang menyambar.kucoba berjalan di dalam hujan tuk mencari api yang hamper terpendam…tapi masih saja gelap gulita.
Kupijak nyata tuk mencapai bintang dilangit, kuselami dia dengan arus tangis tertawa. Ada apa gerangan…?!
Perih…
selaksa siksa…
dia kembali bersarang….
Ya…siksa ini?
Benci…sungguh aku benci. Mengapa rasa ini hadir kembali mengoyak jiwa. Ku tak lagi berdaya menahan letihnya raga. Linangan duka mencakar ditimbunan rasa. Aku tak sanggup mengakui…ku hanya menjerit tanpa suara.
Malam yang ku dekap telah ternodai. Luka telah mengalirkan darah tanpa warna.
Ingin ku sentuh bayang dirimu walau seketika, agar hilang rindu dahaga. Tapi…nyatanya rindu tenggelam berselubung pilu. Rindu membuai derita di penghujung alam semesta.
Kupejamkan mata dan biarkan tenggelam dalam hangatnya asmara. Masihkah terawat lafaz sendu yang terindah….?
Ketika sang bayu mencium pipi mengiringi fajar yang bertiup membisikan cinta yang tak bermaya, aku tersentak…
Ah…………..ku tak ingin lagi rasakan itu.
Rasa bagai kabut yang menutupi tabir keindahan cinta dihamparan permadani hijau kebiruan.
Rasa yang membekukan jiwa meratapi raga.
Rasa yang menghadirkan kilatan petir membelah langit memecah sunyi.
Tepiskan…!
Kuburkan…!
Seabad kerinduan sesaat telah aku lupakan. Cinta suci terhimpun mencekam dihati tuk meniti tabir kehidupan. Jiwa menjulang kasih murni cinta suci mewangi sewangi kasturi. Sejuk embun merangkul meredam rasa.
Kasihku damai bersama bintang

SENJA DI AWAL DESEMBER....(Desember 1st)

Senja ini terkapar diterpa temaram kelam. Entah aku harus bagaimana…? Harus apa…? Tapi yang aku rasa perih itu hadir tiba-tiba. Nyatakah ini…? Atau…aku masih bermimpi?!
Kususuri tanah setapak untuk sebuah jawab tapi tetap kurasa senyap. Suasana sepi kini menambah hening hati ini, namun waktu itu telah di usik keegoan. Entah untuk siapa?!
Kutangkap makna walau salah. Kau ingin aku menyalahkan diri, kau bentuk diriku bagai lilin yang terbakar oleh kekhilapanku.
Murka…kalap…apa sebab? Adakah mungkin untukku menghindari goresan kasih lukai hati? Jiwaku kembali resah antara kecewa atau bahagia.
Cukup…! Jiwa ini ditimpa kepayahan…sakit…kecemasan dan kepiluan sampai sembilu itu menghunus kalbu.
Dapatkah kita lanjutkan cerita ini…? Apakah merupakan nyata yang pasti? Ya….pasti?!
Aku berusaha menjadi bayanganmu dan begitupun dirimu menjadi bayanganku. Aku tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit seperti yang kau harap, ku coba menjadi belukar di tepi danau, tapi…tetap terpuruk. Aku hanya mampu menjadi rumput di tanggul pinggiran jalan, kucoba cari jalan setapak tuk kembali ke hulu.
Paham…pahami diriku…pahami dirimu…?!
Naifkah jiwa ini??????
Langkahku kembali tapaki tanah walau merah. Tiada ranting yang rimbun, hanya dedaunan kering berguguran. Tiada titik embun turun, hanya gersang berdebu. Ironis…ditengah deras hujangan tetes air langit, kemarau hatiku kini.
Tiada pohon rindang tuk berteduh, kering sudah air mataku, suara hati membisu. Cintaku terasa sendu…mungkinkah kasih datang mengalun mengusir sepi…?!

Rindu menangis
Kalbu merasa
Antara derita yang mengisahkan kita
Senduku berseru
Mengukir dalamnya hatiku
Sebening telaga
Sebersih awan tak tercela
Cinta…
Ku…menghambakan diri padamu.

Senin, 01 Desember 2008

11/1/2008 12:10 pm




* Satu detik lalu dua hati terbang tinggi Lihat indahnya dunia membuat hati terbawa Dari termanja oleh rasa Dan kuterbawa terbang tinggi oleh suasana
Dari sudut mata jantung hati mulai terjaga..Bisik ditelinga coba ingat semua

Dan bangunkanlah aku dari mimpi-mimpiku..Sesak aku tersentuh maya
dan tersingkir dari dunia nyata dan bangunkanlah aku dari mimpi indahku..karena anganku berlari dari rasa yang harus kubatasi
dan Kau menawarkan rasa cinta dalam hati

Ku tak tau harus bagaimana…Untuk raba mimpi atau nyata…?
Dan bedakan rasa dan suasana..Dalam rangka sayang atau cinta yang sebenarnya…

Dan palingkanlah aku dari butanya mataku..Jangan pernah lepaskan aku..Untuk tenggelam didalam mimpiku…

...separuh nafas semalam hilang...

11/3/2008 9:45 am



* Elang...

Janji hati tak kan pernah ingkar

seperti matahari pada siang

seperti bintang pada malam

akupun begitu...

Ikhlas...

Satu kata t'ucap dari hatimu

membuat langkah ini tak pernah surut

...aku pasti kembali...

Love U, always...

11/4/2008 3:45 pm

* Pantai itu t'catat dalam keringat
yang mengirim bayangan pasang dan gelombang
ketika kau gumamkan nyanyian dipelukan
dan butir-butir pasir
yang b'sarang dititian air tanpa akhir
seperti tak sengaja sembunyi
diantara rambut menyelinap
menutup separuh mataku
dilaut ini tenggelam seribu mimpi
dihutan ini tersesat seribu hasrat
digunung ini gamang segenap daya
disini kasihku kini...

..rindu pun jua diriku...

Love u too beibz...

11/6/2008 10:25 am

* Titipkan keringatmu dimata hatiku
titipkan rahmanmu dikasihku
sisipkan rahmatmu disayangku
...lalu...
Berikan sesuatu biarkan ku tau
arti makna cintamu itu

...VU2...

11/9/2008 10:49 pm

* Surutkan sepi itu...
Surutkan sunyi itu...
Kedalam darah raguku
Alirkan berjuta mimpi
bersama fajar mendatang
inilah kerinduanku

...kembaliku pasti...



Ouw pic x dipasang...

11/12/2008 2:46 pm

Lilinmu...
menerangi dunia senduku
langkah demi langkah
larut dalam pesona dan ilusi

Sayapmu...
yang menjelajahi
kehidupanku...
duniaku...
mimpiku...
Membebaskanku dari kenyataan dan kesunyian

Benangmu...
mengikat hatiku yang gundah
merengkuh tubuh lunglai
penuh asa

penamu...
Yang membuat cerita
tentang kegelisahan hatiku

dan...
setetes embun dalam lembaran daun
diantara...
hati dan jiwa
cinta dan sayang

Kuasmu...
melukis wajah
diatas sehelai kanvas

Akankah...
halnya kasih sayang kita...
tak usah kau resahkan jua
hanyalah untukmu "Elangku..."
segala cintaku
hanyalah kau dan aku
dan Tuhan yang tahu
segalanya

~VU2 Beibz~

SAAT SANG FAJAR MENYAPA



Gerbang pagi telah terbuka, tanda hari baru kan melintas buana. Sekejap…kubuka jendela, terdengan disana kicauan burung menyambut surya. Kuisi dadaku dengan udara pagi yang segar dan memelukku mesra.
Sementara dalam hatiku bertanya” Apakah esok hari kau tetap ada?” …” Akankah kau tetap disana?” Hilangkan kecemasan yang mencekam diri hamparan hatiku begitu tenang, sejenak…membuat terpana dan tenggelam. Pandanganmu begitu berseri tapi hingga kini kau masih tetap mistery yang selalu menemaniki disini.
Burung bernyanyi alampun berseri, salamku untukmu…temanilah aku disini. Aku yang masih terdiam dan terpaku oleh suasana hati.
Semilir angin yang membelai lembut dipipi menyapa selamat pagi. Sepintas kulihat bayanganmu dengan segala rasa cinta dan nista menjadi satu dibawah tatapan sinar bola matamu, tapi kuanggap bukan apa-apa hingga kumerasa diriku penuh dengan noda dan nista.
Aku tak beranjak dari bilik jendela kamarku, sampai kumerasa tersentak oleh suara musik. Kucoba menepis lamunan dan kekaguman diriku padamu yang tak pernah dapat kusembunyikan. Selama ini ku mencoba menghalau semua perasaan itu dan mencoba membunuh semua rasa itu.
Ketika Matahari merekah dari timur buana, memecah rasa gelisah dengan perasaan yang kecil hati kuucapkan salam untukmu. Biarkanlah aku memandang dirimu dengan selalu mengingat dirimu dan juga biarkanlah kusisipkan hati dan cintaku untukmu. Simpanlah didasar dan lubuk hatimu.
Kuucap salam dengan penuh rasa haru yang mendalam…