
Dipucuk malam kasih galau, tak terarah tak tertuju
hanya menapak sekenanya, semaunya
Berkubang resah terkungkung sepi
tanpa rasa dalam satu warna ; Rindu...
Sekuat hati kubentengi, agar hadirmu diujung mimpi
dan wangimu menguap selepas subuh.
Tapi sepi hati begitu rapuh
tak berdaya diterpa gelombang rasa.
Dengan apa meski kujerat,
sang bintang pemilik kasih.
Dengan apa meski kujaga,
sang raga pemilik jiwa.
Langit selalu setia menemani bumi
begitupun bintang,
tak pernah berkedip mengamati malam.
Begitupun jiwa takkan pernah berpaling rasa
walau seribu wajah menawarkan keindahan.
hanya menapak sekenanya, semaunya
Berkubang resah terkungkung sepi
tanpa rasa dalam satu warna ; Rindu...
Sekuat hati kubentengi, agar hadirmu diujung mimpi
dan wangimu menguap selepas subuh.
Tapi sepi hati begitu rapuh
tak berdaya diterpa gelombang rasa.
Dengan apa meski kujerat,
sang bintang pemilik kasih.
Dengan apa meski kujaga,
sang raga pemilik jiwa.
Langit selalu setia menemani bumi
begitupun bintang,
tak pernah berkedip mengamati malam.
Begitupun jiwa takkan pernah berpaling rasa
walau seribu wajah menawarkan keindahan.
Kasih pada Bintang


4 komentar:
masih percaya surga?
percaya cinta itu ada??
hohoho..
cintadanlara.blogdrive.com
mampir ya jeung..
Saat rasa bahagia
itulah Surga,
kita ada
karena Cinta,
senyatanya
yakin Surga dan Cinta ada.
mengapa masih ragu?
Rasa' itulah intinya, mari kita cari!
Rasa' itulah intinya, mari kita cari kesejatian yang menawarkan keindahan entah itu cinta, surga, ataupun lara di jiwa yang tidak terlalu kita kenal.
Posting Komentar