Kamis, 08 Oktober 2009

...sahabat senja

Aku berjalan menuju titik semu...

Cakrawala senja hitam membahana awan.
Memisahkan langit pada bumi,
menutup bianglala yang kutulis.

Diam...
Senyap...
Ku hirup nafas sepimu,
dan menukarnya dengan senyum manis untukmu.

Berbahagialah.

Sabtu, 03 Oktober 2009

...bianglala

Diambang jingga fajar,
kala kerinduan menapaki rasa.

Bagaimana harus kusapa,
saat ku tahu bintang bersuka.
Bagaimana harus kusentuh,
saat bercumbu dengan malamnya.

Ku coba merangkul siluet,
dari sisa cahaya lalu,
dari selimut jiwa,
yang tak lagi sempurna.

Kamis, 01 Oktober 2009

Untuk Segalamu Bintang

Di beranda
....Menjelang senja

Tabir yang berkibar tlah tersingkap nyata.
Tatkala aku menangkap bayang wajahmu.
Detik itu, seketika jiwa tahu.
Raga yang terbelah mengembara,
tlah menemukan serpihnya.

Ingin ku ungkap semua kata.

Betapa bahagia harimu.
Pagi telah kau dapati dimuka jendela.
Melambai mawarmu meneteskan embun terakhir.
Sang fajar telah datang menghampiri,
dan melambai lembut dengan juluran lidah-lidah cahayanya.

Dapat kubayangkan,
betapa segalamu lebih indah.
Labirin-labirin hatimu telah tersenyum.
Pahatan sang jiwa tlah terhapus.
Terukir indah bianglala dikaki langitmu.

Sempurna...!