Kamis, 23 April 2009

R a s a . . .




Ku mengenyam derita selaksa rasa

Ku coba tersenyum di bawah siksa

desahan...

kepiluan...

menempatkan kondisi tak terkontaminasi

derai air mata membalut luka 

kebencian dan kutukan menghukum perasaan

aku terlahir tanpa raga

dan ku bangun jiwa penuh hampa

kasihnya adalah hidupnya

Kamis, 16 April 2009

Dalam Sepertiga Malam


Ditengah lautan kalamMU
Lirih bibirku bergetar mengucap asmaMU

Dibiduk telaga bijakMU
Alunan angin berbisik
Malam serasa berhenti

Diluas langit malamMU
Lukisan sabit melengkung indah
Percikan bintang berkedip
Mengalunkan melodi hati

Ya Alloh
Sesak ini
Menghimpit desah lantunan
Bait-bait AsmaMU

Ya Robb
Dalam sepertiga akhir waktu yang merambat
Disisa-sisa perjalananku
Teteskanlah RahmatMu
Damaikan hatiku dengan damaiMu
Resapkan perlahan disetiap bilah jiwaku

Kuatkan aku
Melintasi bukit-bukit dan lereng kesemuan ini

Minggu, 12 April 2009

Seutas Dawai


Petikan dawai biola merasuk nadiku
Nada indah terrangkai dari bibirmu
Lantunan indah menjalar sukma
Merentang langkah menyisir setiap sepi
Menghibur memadu tawa

Alunan kata-katamu membuatku tertegun
Saat kau katakan,
Aku Jiwamu dan engkau ragaku

Saat jiwa dalam keterpurukan
Tetap berikan ketegaran
Tetap berikan keceriaan
Tetap menyemangatiku

Kau hadirkan lagu-lagu keindahan
Kau bawa aku menikmati lukisan sang pelangi
Menatap indahnya gemerlap cakrawala dunia

Rinduimu tak pernah berhenti
Tiap detik berlalu tak pernah terlewatkan

Mungkin aku tak fasik berkata
Mungkin aku tak piawai melukis
Tapi aku yakin,
Kau rasakan segala rasa ini
Karena jiwa dan raga adalah satu

Tetaplah bernyanyi
Tetaplah bersamaku
Tetaplah tersenyum
Karena senyummu adalah untaian do'a untukku

Sabtu, 11 April 2009

Debu di Surga-Mu


Laut...
Saat nada-nada rindu mengalun
Sanggupkah gelombangmu mengalahkan deburan rasa,

Langit...
saat mendung menggantung
Sanggupkah arasymu menahan gelora kalbu,

Matahari...
Saat sedih meratap hati
Sanggupkah kau mengikis hampa,

Bintang...
Saat nurani meradang
Sanggupkah kau memberi asa,

Senja...
Masih berartikah diriku
Ataukah hanya debu di surga-Mu.

Ombak untuk sang Raga...!!!



Angin ke selatan bak hamparan sajadah
Membentang di keremangan senja
Dan aku masih berkejaran dengan adzan maghrib
Sebelum gelombang mempermainkan tepi pantai
''mari teriakkan zikir bersama gemuruh ombak di atas pasir''

Dengan penuh harap,
Ku senandungkan doa dan air mata
Di atas perahu kehidupan

Kusadari,
Raga masih tertinggal
Juga lembar-lembar Kasih
Yang sebagian terserak disapu Bintang


Haruskah kumenunggui waktu sampai tak berjarak...

Minggu, 05 April 2009

Rindui Bintang.....!!!



Dipucuk malam kasih galau, tak terarah tak tertuju
hanya menapak sekenanya, semaunya

Berkubang resah terkungkung sepi
tanpa rasa dalam satu warna ; Rindu...

Sekuat hati kubentengi, agar hadirmu diujung mimpi
dan wangimu menguap selepas subuh.

Tapi sepi hati begitu rapuh
tak berdaya diterpa gelombang rasa.

Dengan apa meski kujerat,
sang bintang pemilik kasih.
Dengan apa meski kujaga,
sang raga pemilik jiwa.

Langit selalu setia menemani bumi
begitupun bintang,
tak pernah berkedip mengamati malam.

Begitupun jiwa takkan pernah berpaling rasa
walau seribu wajah menawarkan keindahan.



Kasih pada Bintang