skip to main |
skip to sidebar

Matahari sudah terbenam di bawah deretan pepohonan saat aku mencapai bangunan itu.
Senja yang semakin pekat membuat bangunan itu tampak lebih menyedihkan daripada penampilannya di siang bolong.
Tumbuhan merambat yang melingkupinya sepertinya menyelimutinya lebih rapat, seolah hendak melindunginya dari sengatan kegelapan.
Di dalam, sinar matahari yang semakin redup menyelimuti lewat celah-celah dinding lubang di langit-langit menyorotkan lingkaran-lingkaran cahaya kecil di lantai.
Lingkaran-lingkaran cahaya itu bagai koin-koin yang berserakan di kerumunan oleh bayu pekat.
Udaranya amat pekat dan statis sehingga nyaris membutuhkan usaha menghirupnya.